Disela-sela operasi setelah libur lebaran , bersama rekan kerja dan
dokterbedah , ada satu cerita menarik yang diceritakan oleh Dokter
bedah.Cerita ini berkaitan dengan kelahiran cucu sabg dokter bedah
tadi. Cukupmenarik cerita ini. Ceritanya adalah bahwa beliau mempunyai
dua cucu yang mempunyai tanggal kelahiran yang unik.
Uniknya adalah bahwa cucu pertama lahir berjenis kelamin perempuan dengan hari, tanggaldan bulan lahir yang sama dengan hari, tanggal, danbulan kelahiran ibunya,sementara cucu yang ke dua berjeniskelamin laki-lakidengan waktu kelahiran samadengan hari, tanggal dan bulan yang sama dengan ayahnaya.
Sewaktu mendengar cerita ini koment kami tim asisten secara serentak mengatakan : tanggal unik J . Beliau dokter bedah tadimengatakan memang unik karena hal ini sama sekali tidak adaperencanaan sebelumnya ( dalam batin saya menagatakantentu direncanakan oleh Allah SWT ).
Mendengar cerita ini saya jadi teringat salah materi Halqah yang ada dalam kitab NidzamIslam dalam pembahasan Qadla-Qadar. Didalam kitab tersebut dijelaskan bahwa perbuatan manusia terjadi dalam dua lingkaran, yakni lingakaran yangmenguasai manusia dan lingkaran yag dikuasai manusia. Untuk lingkaran yang menguasai manusia terbngai menjadi dua bagian yakni yang Nidzomulwujud ( sunnatullah ) dan Ghairu Nidzamul wujud.
Contoh lingkaran yang menguasai manusia yang ada pada area sunnatullah ( nidzamulwujud ) ; kita lahir dari ibu siapa, kita lahir dari ras bangsa tertentu, termasuk fenomenatanggal kelahiran unik tadi adalah contoh area yang manusia tidak mampumengendalikanya.
Sedangkan contoh lingkaran yang menguasai manusia yang berada pada wilayah GhairuNidzamul wujud : misalnya kecelakaan lalu lintas yang menimpa seseorang yang mengakibatkan orng tersebut meninggal , bencan a,alam musibahdll. Semua lingkaran yang menguasaimanusia baik pada area sunnatullah maupun ghairu sunnatullah inilah yangdisebut Qadla’ Allah ( keputusan Allah ).Dalam konteks ke imanan Iman pada Qadha Allah SWT adalah bahwa semua peristiwa dilingkuparea yang menguasai manusia tadi kitayakini berasal dari Allah SWT. Dalam konteks amal pada wilayah ini tidak akan dihisab di akhirat kelak.
Pemahaman ini cukup penting untuk diperhatikan. Karenapernah ada kejadian unik pada masa Rasulullah SAW masih hidup.Ketika itu putrarasulullah yang bernama Ibrahim meninggal dunia bertepatan pada saat Gerhana matahari, sebgaianorang-orang Muslim sedikit “ ternoda” ke-imanaya denganmenghubung-hubungkan kematian Ibrahim dengan gerhana matahari. Melihat fenomena inirasulullah memerikan nasihat bahwa apa yang terhadi dengan kematian Ibrahim dan gerhana Matahari adalah takada hubungan apa-pa,dan dua keadian yang berbeda, semuanya keputusan ( Qadla Alah) dari Allah SWT.
Ini cuplikannasihat beliau ketika menyikapi fenomnaini. Mengetahui adanya berita ini, Rasulullah pergi ke masjid kemudian beliau naik mimbar danberpidato, "Matahari dan bulan adalah dua tanda kekuasaan (ayat) Allah.Keduanya tunduk pada perintah-Nya. Gerhana keduanya tidak terjadi karenakematian atau kehidupan seseorang. Bilamana terjadi gerhana matahari ataubulan, lakukanlah shalat." Setelah mengatakan hal tersebut belaiu turundari mimbar lalu melakukan shalat gerhana bersama-sama.
Terakhir,Diantara para pembaca semua, punya cerita unikjuga ? J
Oya akansaya kutipkan tulisan mengenai pembahasan Qadla Allah ini yang adadalam kitab Nidzam Islam yang ditulis oleh seorang Ulama’ yang bernamaSyaikh taqiyuddin An Nabhani :
Apabilakita mengamati seluruh perbuatan manusia, akan kita jumpai bahwa manusia ituhidup di dalam dua area. Area pertama adalah ‘’area yang dikuasainya’’. Areaini berada di
bawahkekuasaan manusia dan semua perbuatan/kejadian yangmuncul berada dalam lingkuppilihannya sendiri. Sedangkan area kedua adalah ‘’area yang menguasainya’’,yaitu area yang menguasai manusia. Pada area ini terjadi perbuatan/kejadian yangtidak ada campur tangan manusia sedikitpun, baik perbuatan/kejadian itu berasaldari dirinya atau yang menimpanya.
Perbuatanmanusia yang terjadi pada area yang kedua ini, tidak ada andil dan urusansedikitpun dengan manusia atas kejadiannya. Kejadian-kejadian di dalam area inidapat dibagi menjadi dua. Pertama, kejadian yang ditentukan oleh nizhamul wujud(Sunnatullah). Kedua, kejadian yang tidak ditentukan oleh nizhamul wujud, namuntetap berada di luar kekuasaan manusia, yang tidak akan mampu dihindari dantidak terikat dengan nizhamul wujud. Mengenai kejadian yang ditentukan olehnizhamul wujud, maka hal ini telah memaksa manusia untuk tunduk kepadanya.Manusia harus berjalan sesuai dengan ketentuannya. Sebab, manusia berjalanbersama alam semesta dan kehidupan, sesuai dengan mekanisme tertentu yang tidakkuasa dilanggarnya. Bahkan semua kejadian yang ada pada bagian ini muncul tanpakehendaknya. Di sini manusia terpaksa diatur dan tidak bebas memilih. Misalnya,manusia datang dan meninggalkan dunia ini tanpa kemauannya. Ia tidak dapat terbangdi udara, tidak bisa berjalan di atas air hanya dengan tubuhnya. Ia tidak dapatmenciptakan warna biji matanya, bentuk kepala dan tubuhnya. Akan tetapi semuaitu diciptakan Allah SWT, tanpa ada pengaruh atau hubungan sedikitpun dari
hamba(makhluk)-Nya. Hanya Allah-lah yang menciptakan nizhamul wujud yang berfungsisebagai pengatur alam ini. Alam diperintah untuk berjalan sesuai denganperaturan yang telah ditentukan-Nya tanpa kuasa untuk melanggarnya.
Akanhalnya kejadian yang tidak ditentukan oleh nizhamul wujud namun tetap berada diluar kekuasaan manusia, adalah kejadian atau perbuatan yang berasal darimanusia atau yang menimpanya, yang sama sekali tidak memiliki kemampuan untukmenolak. Misalnya, seseorang terjatuh dari atas tembok lalu menimpa orang lainhingga mati. Atau, orang yang
menembakburung tetapi secara tidak sengaja mengenai seseorang hingga mati. Atau, kecelakaanpesawat, kereta api, atau mobil, karena kerusakan mendadak yang tidak bisa
dihindari,sehingga menyebabkan tewasnya para penumpang, dan sebagainya. Semua kejadianyang berasal dari manusia atau yang menimpanya ini, walaupun di luar kemampuannyadan tidak terikat dengan nizhamul wujud, tetapi tetap terjadi tanpa kehendakmanusia dan berada di luar kekuasaannya. Karena itu, dapat digolongkan ke dalamarea kedua, yakni daerah yang menguasai manusia.
Segalakejadian yang terjadi pada area yang menguasai manusia inilah yang dinamakanqadla (keputusan Allah). Sebab Allah-lah yang memutuskannya. Karena itu,seorang hamba tidak dimintai pertanggungjawaban atas kejadian ini, betapapun besarmanfa’at atau kerugiannya; disukai atau dibenci oleh manusia; meski kejadiantersebut mengandung kebaikan dan keburukan menurut tafsiran manusia —sekalipunhanya Allah yang mengetahui hakekat baik dan buruknya kejadian itu. Ini karenamanusia tidak ikut andil dalam kejadian tersebut, serta tidak tahu-menahutentang hakekat dan asal-muasal kejadiannya. Bahkan ia sama sekali tidakmemiliki kemampuan untuk menolak atau mendatangkannya. Manusia hanya diwajibkanuntuk beriman akan adanya qadla, dan bahwasanya qadla itu hanya berasal dariAllah SWT. ( Kitab Nidzam Islam, Syaikh taqiyuddin An nabhani )
Akhukum Abu Syahmi, Wonosobo,13/06/2013
Uniknya adalah bahwa cucu pertama lahir berjenis kelamin perempuan dengan hari, tanggaldan bulan lahir yang sama dengan hari, tanggal, danbulan kelahiran ibunya,sementara cucu yang ke dua berjeniskelamin laki-lakidengan waktu kelahiran samadengan hari, tanggal dan bulan yang sama dengan ayahnaya.
Sewaktu mendengar cerita ini koment kami tim asisten secara serentak mengatakan : tanggal unik J . Beliau dokter bedah tadimengatakan memang unik karena hal ini sama sekali tidak adaperencanaan sebelumnya ( dalam batin saya menagatakantentu direncanakan oleh Allah SWT ).
Mendengar cerita ini saya jadi teringat salah materi Halqah yang ada dalam kitab NidzamIslam dalam pembahasan Qadla-Qadar. Didalam kitab tersebut dijelaskan bahwa perbuatan manusia terjadi dalam dua lingkaran, yakni lingakaran yangmenguasai manusia dan lingkaran yag dikuasai manusia. Untuk lingkaran yang menguasai manusia terbngai menjadi dua bagian yakni yang Nidzomulwujud ( sunnatullah ) dan Ghairu Nidzamul wujud.
Contoh lingkaran yang menguasai manusia yang ada pada area sunnatullah ( nidzamulwujud ) ; kita lahir dari ibu siapa, kita lahir dari ras bangsa tertentu, termasuk fenomenatanggal kelahiran unik tadi adalah contoh area yang manusia tidak mampumengendalikanya.
Sedangkan contoh lingkaran yang menguasai manusia yang berada pada wilayah GhairuNidzamul wujud : misalnya kecelakaan lalu lintas yang menimpa seseorang yang mengakibatkan orng tersebut meninggal , bencan a,alam musibahdll. Semua lingkaran yang menguasaimanusia baik pada area sunnatullah maupun ghairu sunnatullah inilah yangdisebut Qadla’ Allah ( keputusan Allah ).Dalam konteks ke imanan Iman pada Qadha Allah SWT adalah bahwa semua peristiwa dilingkuparea yang menguasai manusia tadi kitayakini berasal dari Allah SWT. Dalam konteks amal pada wilayah ini tidak akan dihisab di akhirat kelak.
Pemahaman ini cukup penting untuk diperhatikan. Karenapernah ada kejadian unik pada masa Rasulullah SAW masih hidup.Ketika itu putrarasulullah yang bernama Ibrahim meninggal dunia bertepatan pada saat Gerhana matahari, sebgaianorang-orang Muslim sedikit “ ternoda” ke-imanaya denganmenghubung-hubungkan kematian Ibrahim dengan gerhana matahari. Melihat fenomena inirasulullah memerikan nasihat bahwa apa yang terhadi dengan kematian Ibrahim dan gerhana Matahari adalah takada hubungan apa-pa,dan dua keadian yang berbeda, semuanya keputusan ( Qadla Alah) dari Allah SWT.
Ini cuplikannasihat beliau ketika menyikapi fenomnaini. Mengetahui adanya berita ini, Rasulullah pergi ke masjid kemudian beliau naik mimbar danberpidato, "Matahari dan bulan adalah dua tanda kekuasaan (ayat) Allah.Keduanya tunduk pada perintah-Nya. Gerhana keduanya tidak terjadi karenakematian atau kehidupan seseorang. Bilamana terjadi gerhana matahari ataubulan, lakukanlah shalat." Setelah mengatakan hal tersebut belaiu turundari mimbar lalu melakukan shalat gerhana bersama-sama.
Terakhir,Diantara para pembaca semua, punya cerita unikjuga ? J
Oya akansaya kutipkan tulisan mengenai pembahasan Qadla Allah ini yang adadalam kitab Nidzam Islam yang ditulis oleh seorang Ulama’ yang bernamaSyaikh taqiyuddin An Nabhani :
Apabilakita mengamati seluruh perbuatan manusia, akan kita jumpai bahwa manusia ituhidup di dalam dua area. Area pertama adalah ‘’area yang dikuasainya’’. Areaini berada di
bawahkekuasaan manusia dan semua perbuatan/kejadian yangmuncul berada dalam lingkuppilihannya sendiri. Sedangkan area kedua adalah ‘’area yang menguasainya’’,yaitu area yang menguasai manusia. Pada area ini terjadi perbuatan/kejadian yangtidak ada campur tangan manusia sedikitpun, baik perbuatan/kejadian itu berasaldari dirinya atau yang menimpanya.
Perbuatanmanusia yang terjadi pada area yang kedua ini, tidak ada andil dan urusansedikitpun dengan manusia atas kejadiannya. Kejadian-kejadian di dalam area inidapat dibagi menjadi dua. Pertama, kejadian yang ditentukan oleh nizhamul wujud(Sunnatullah). Kedua, kejadian yang tidak ditentukan oleh nizhamul wujud, namuntetap berada di luar kekuasaan manusia, yang tidak akan mampu dihindari dantidak terikat dengan nizhamul wujud. Mengenai kejadian yang ditentukan olehnizhamul wujud, maka hal ini telah memaksa manusia untuk tunduk kepadanya.Manusia harus berjalan sesuai dengan ketentuannya. Sebab, manusia berjalanbersama alam semesta dan kehidupan, sesuai dengan mekanisme tertentu yang tidakkuasa dilanggarnya. Bahkan semua kejadian yang ada pada bagian ini muncul tanpakehendaknya. Di sini manusia terpaksa diatur dan tidak bebas memilih. Misalnya,manusia datang dan meninggalkan dunia ini tanpa kemauannya. Ia tidak dapat terbangdi udara, tidak bisa berjalan di atas air hanya dengan tubuhnya. Ia tidak dapatmenciptakan warna biji matanya, bentuk kepala dan tubuhnya. Akan tetapi semuaitu diciptakan Allah SWT, tanpa ada pengaruh atau hubungan sedikitpun dari
hamba(makhluk)-Nya. Hanya Allah-lah yang menciptakan nizhamul wujud yang berfungsisebagai pengatur alam ini. Alam diperintah untuk berjalan sesuai denganperaturan yang telah ditentukan-Nya tanpa kuasa untuk melanggarnya.
Akanhalnya kejadian yang tidak ditentukan oleh nizhamul wujud namun tetap berada diluar kekuasaan manusia, adalah kejadian atau perbuatan yang berasal darimanusia atau yang menimpanya, yang sama sekali tidak memiliki kemampuan untukmenolak. Misalnya, seseorang terjatuh dari atas tembok lalu menimpa orang lainhingga mati. Atau, orang yang
menembakburung tetapi secara tidak sengaja mengenai seseorang hingga mati. Atau, kecelakaanpesawat, kereta api, atau mobil, karena kerusakan mendadak yang tidak bisa
dihindari,sehingga menyebabkan tewasnya para penumpang, dan sebagainya. Semua kejadianyang berasal dari manusia atau yang menimpanya ini, walaupun di luar kemampuannyadan tidak terikat dengan nizhamul wujud, tetapi tetap terjadi tanpa kehendakmanusia dan berada di luar kekuasaannya. Karena itu, dapat digolongkan ke dalamarea kedua, yakni daerah yang menguasai manusia.
Segalakejadian yang terjadi pada area yang menguasai manusia inilah yang dinamakanqadla (keputusan Allah). Sebab Allah-lah yang memutuskannya. Karena itu,seorang hamba tidak dimintai pertanggungjawaban atas kejadian ini, betapapun besarmanfa’at atau kerugiannya; disukai atau dibenci oleh manusia; meski kejadiantersebut mengandung kebaikan dan keburukan menurut tafsiran manusia —sekalipunhanya Allah yang mengetahui hakekat baik dan buruknya kejadian itu. Ini karenamanusia tidak ikut andil dalam kejadian tersebut, serta tidak tahu-menahutentang hakekat dan asal-muasal kejadiannya. Bahkan ia sama sekali tidakmemiliki kemampuan untuk menolak atau mendatangkannya. Manusia hanya diwajibkanuntuk beriman akan adanya qadla, dan bahwasanya qadla itu hanya berasal dariAllah SWT. ( Kitab Nidzam Islam, Syaikh taqiyuddin An nabhani )
Akhukum Abu Syahmi, Wonosobo,13/06/2013

Posting Komentar