Halloween party ideas 2015

047Assalamu'alaikum wr. wb.

Ibu, saya ingin bertanya apakah dalam Islam disebutkan tugas dan kewajiban seorang isteri? Dan apakah memasak, mencuci, mengasuh anak bukan merupakan tugas dan kewajiban seorang isteri? Ada yang mengatakan bahwa hal tersebut merupakan sedekah istri kepada suami.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Hamba

Jawaban:
Assalammu'alaikum wr.wb.

Hubungan suami istri itu bisa saja menjadi penyebab seseorang masuk surga atau sebaliknya malah masuk neraka. Sebab dari hubungan suami istri, seseorang bisa meraih pahala yang luar biasa besar, namun sebaliknya juga bisa ketiban dosa yang tidak kalah besar. Semua tergantung dari bagaimana seseorang menyikapinya.

Kalau seseorang ingin masuk surga dengan mudah dan efektif, manfaatkan kesempatan hubungan suami istri sebagai tiket murah masuk surga. Padahal jarang-jarang ada kesempatan untuk mendapatkan tiket murah seperti itu di sembarang tempat. Orang sering mengatakan bahwa surga itu mahal, sulit didapat dan hanya orang dengan spesifikasi tertentu saja yang bisa masuk. Sebaliknya neraka itu terlalu mudah untuk seseorang terperosok ke dalamnya.

Maka Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang telah memberikan kesempatan amat berharga kepada seseorang yang menjalin hubungan suami istri untuk mendapatkan kesempatan masuk surga dengan cara saling berinteraksi satu sama lain. Karena itulah kita sering mendengar sabda Nabi SAW yang menyatakan bahwa orang yang sudah menikah itu sudah mendapatkan separuh agamanya. Jadi hanya tinggal menyempurnakan separuh sisanya.

Maka buat seorang laki-laki, bila ingin masuk surga, dapatkanlah surga itu dari sikap baik dalam bermuamalah dari istrinya. Menyayanginya dengan sepenuh hati, memberinya mahar, nafkah, perlindungan, keamanan, kenyamanan dan bantuan yang dibutuhkan. Demikian juga seorang istri, bila mau masuk surga, dapatkanlah surga itu dari diri suaminya dengan cara menghormati dan mentaatinya.

Bila setiap pasangan suami istri, mempunyai format berpikir seperti ini, insya Allah rumah tangga akan menjadi sebuah percontohan surga di muka bumi. Sebagaimana rumah tangga Rasulullah SAW yang sedemikian indah itu. Sehingga beliau bisa berbangga dan mengatakan, "Rumahku adalah surgaku." Bayangkan, belum lagi kematian datang, kita sudah punya surga sendiri, yaitu sebuah rumah tangga idaman yang ideal.

Sebaliknya bila yang terpikir oleh masing-masing pasangan hanya semata-mata hak dan kewajiban belaka, maka rumah tangga itu akan menjadi kering kerontang. Sebab semuanya selalu dikaitkan dengan kewajiban dan hak. Apalagi bila mereka lebih suka mendahulukan mendapatkan hak ketimbang mendahulukan kewajiban. Tentu rumah tangga seperti ini hanya akan melahirkan suasana hitung-hitungan yang tidak sehat.

Tidak ada salahnya seorang suami membantu tugas-tugas istrinya tanpa diminta. Seperti mengurus anak, memasak makanan, mencuci pakaian, membersihkan rumah dan seterusnya. Dan tidak salah juga bila istri menyatakan rasa terima kasihnya dengan memberikan pelayanan yang terbaik untuk suaminya. Asalkan semua itu dilakukan dengan hati senang dan niat sebagai ibadah kepada Allah SWT, tentu semua itu akan membawa pasangan ini masuk surga.

Bukan maksud saya menafikan adanya hak dan kewajiban dari masing-masing pasangan. Namun bila semua itu dijalankan dengan ikhlas, niat ibadah, saling terbuka dan semangat kemesraan yang dilandasi cinta kepada Allah, semua akan terasa jauh lebih indah.

Wallahu a'lam bish-shawab, Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wa barakatuh.

Diasuh oleh Ibu Rr. Anita Widayanti, S.Psi

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.