Halloween party ideas 2015

076Jika diantara orang-orang yang tetap dinyatakan sebagai orang-orang yang beriman (tidak divonis kafir, musyrik, atau munafik) itu ternyata ada yang sebenarnya sudah kafir, musyrik, atau munafik dalam pandangan Alloh, maka Ahlussunnah tidaklah salah langkah. Urusan hati mereka adalah urusan Alloh. Ahlussunnah mengurus zhahirnya. Yang demikian itu karena Ahlussunnah menghukumi (orang lain) berdasarkan zhahirnya.

Usamah bin Zaid r.a berkata, “Rosululloh saw mengirim kami dalam suatu pasukan. Kami sampai di Huruqat, suatu tempat di daerah Juhainah di pagi hari. Aku menjumpai seorang kafir. Dia mengucapkan, ‘Laa ilaaha illalloh,’ tetapi aku tetap membunuhnya. Kejadian itu menggelisahkanku sehingga aku sampaikan kepada Nabi saw. Beliau pun bertanya, ‘Dia mengucapkan Laa ilaaha illalloh dan engkau tetap membunuhnya?’. Kujawab, ‘Wahai Rosululloh, ia mengucapkan itu karena takut pedang,’ Rosululloh saw bersabda, ‘Apakah engkau sudah membelah dadanya sehingga engkau tahu apakah hatinya berucap demikian atau tidak?’.

Beliau terus mengulang perkataan itu kepadaku, sehinggan aku berkhayal kalau saja aku baru masuk islam pada saat itu.” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim). Rosululloh saw bersabda, “Aku tidak diperintah untuk membedah hati orang dan membelah dada mereka.” (Diriwaytakan oleh Imam Al-Bukhori dan Imam Muslim)

Zhahir seorang mukmin adalah mukmin meskipun ia melakukan berbagai dosa, termasuk dosa kekafiran, menusyrikan, atau kemunafikkan, sampai diketahui dengan cara Ahlussunnah bahwa dihatinya tidak ada iman lagi. Seorang mukmin bias saja melakukan dosa kekafiran, kemusyrikan, atau kemunafikan karena ketidaktahuan atau ketidaksengajaan sehingga pada saat itu ia tidak boleh divonis kafir, musyrik, atau munafik. Wallohua’lam

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.