Halloween party ideas 2015

ثُمَّ لِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ
AR - (102) Kemudian (kekhalifahan itu kami tetapkan) untuk Umar bin Khaththab—semoga Allah meridhainya.
Matan di atas adalah penggalan matan ke-102—dan masih akan dilanjutkan pada beberapa edisi mendatang, insya Allah. Seperti penggalan sebelumnya, matan ini menegaskan keyakinan Ahlussunnah wal Jamaah tentang keutamaan para shahabat, khususnya yang disebut oleh Rasulullah sebagian calon penghuni surga, dan kali ini adalah al-Faruq Umar bin Khaththab. Akidah ini berbeda dengan akidah Syi’ah yang selain membenci Umar bin Khaththab, mereka juga menyatakan kefasiqan, kemunafikan, dan kekafiran beliau. Mereka pun menyebut beliau sebagai berhala Quraisy kedua setelah Abu Bakar ash-Shiddiq.
Gelar al-Faruq
Abu Umar Dzakwan berkata, “Kepada Aisyah aku bertanya, ‘Siapa yang menggelari Umar dengan al-Faruq?’ ‘Aisyah menjawab, ‘Nabi n. Ada hubungan erat antara penamaan Umar dan al-Faruq dengan kemunculan Islam secara terang-terangan. Sebelum Umar masuk Islam, kaum muslimin sembunyi-sembunyi di rumah Arqam, di kaki bukit Shafa. Mereka menunaikan syiar keagamaan di rumah masing-masing. Setelah masuk Islam, Umar berkata kepada Rasulullah, ‘Bukankah kita berada di atas kebenaran, baik kita mati atau hidup?’ ‘Benar,’ jawab Rasulullah, ‘Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya. Kalian berada di atas kebenaran, baik kalian mati atau hidup.’ ‘Lantas, kenapa kita mesti sembunyi-sembunyi? Demi Allah yang mengutusmu dengan kebenaran! Engkau mesti terang-terangan,’ kata Umar. Maka Rasulullah memerintahkan kami untuk membentuk dua barisan. Barisan pertama dipimpin oleh Hamzah dan barisan kedua dipimpin oleh Umar. Dua barisan itu memasuki masjid. Orang-orang Quraiys melihat Umar dan Hamzah. Tampak kekecewaan di wajah mereka. Belum pernah mereka kecewa seperti itu. Maka, Rasulullah memberi gelar al-Faruq. Umar membedakan yang haq dari yang batil.”
Umar Menjadi Khalifah
Khalifah Abu Bakar jatuh sakit pada musim panas setelah memerintah kaum muslimin selama dua tahun. Lima belas hari sudah beliau terbaring di tempat tidur. Beliau ingin sekali menyelesaikan masalah peggantian kekhalifahan dan mencalonkan seorang pengganti lantaran khawatir jika hal itu tidak dilakukan, kaum muslimin akan terseret ke dalam dahsyatnya perang saudara. Dari kedalaman pengamatan, sebenarnya Abu Bakar benar-benar yakin bahwa tidak ada seorang pun yang akan dipilih oleh kaum muslimin untuk mengambil tanggung jawab kekhalifahan yang berat itu selain Umar bin Khaththab. Namun, Abu Bakar masih tetap bermusyawarah dengan para shahabat. Ath-Thabari menulis bahwa dalam keadaan sakit, Abu Bakar naik ke balkon rumahnya dan berbicara kepada orang banyak yang berkerumunan di bawah, “Apakah kalian akan menerima orang yang aku calonkan sebagai penggantiku?”
Abu bakar melanjutkan, “Aku bersumpah bahwa aku melakukan yang terbaik dalam hal ini. Aku telah memilih Umar bin Khaththab sebagi penggantiku. Dengarkanlah aku, dan ikutilah keinginan-keinginanku!”
Para shahabat serempak menjawab, “Kami telah mendengar Anda dan kami menaati Anda.”
Kemudian Abu Bakar memanggil Utsman dan mendiktekan teks perintah yang menunjuk Umar sebagai khalifah kedua.
Pagi hari setelah wafatnya Abu Bakar, Umar keluar dan berkhutbah di hadapan khalayak. Umar berkata, “Amma ba’du. Sungguh, aku diuji dengan memimpin kalian dan kalian diuji dengan aku pimpin. Aku dijadikan khalifah sepeninggal dua sahabatku. Barang siapa yang hadir di sekitar kami, kami akan terjun langsung. Dan barang siapa yang jauh dari kami, kami akan mengutus orang-orang yang kuat dan amanah. Barang siapa yang berbuat baik, kami akan menambahnya dengan kebaikan. Dan barang siapa yang berbuat buruk, kami akan menghukumnya. Semoga Allah mengampuni kami dan kalian.”
Gelar Amirul Mukminin
Setelah Rasulullah wafat dan digantikan oleh Abu Bakar ash-Shiddiq, Abu Bakar dipanggil, “khalifah Rasulullah.” Setelah Abu Bakar wafat dan Umar menggantikan posisinya, Umar dipanggil, “khalifah, khalifah Rasulullah.” Orang-orang berkata, “Kelak yang menggantikan Umar akan dipanggil, ‘khalifah, khalifah, khalifah Rasulullah.’ Begitu seterusnya sehingga panggilannya akan panjang sekali. Bersepakatlah kalian untuk memanggil khalifah dengan satu nama yang para khalifah sesudahnya bisa dipanggil dengannya pula.”
Salah seorang shahabat berkata, “Kita adalah orang-orang yang beriman, sedangkan Umar adalah pemimpin kita.” Maka Umar dipanggil Amirul Mukminin (Pemimpin orang-orang yang beriman). Umarlah orang pertama yang dipanggil dengan panggilan itu. Hanya saja, apabila kita teliti dan periksa kembali, mestinya kita katakan, “Umarlah khalifah pertama yang dipanggil dengan Amirul Mukminin’.” Sebab, panggilan itu bukan sesuatu yang baru. Abdullah bin Jahsy al-Asadiy adalah orang pertama yang dipanggil dengan, ‘Amirul Mukninin’ saat dia memimpin pasukan perang yang diberangkatkan Rasulullah ke Nakhlah.
Keutamaan Umar
Abdullah bin Mas’ud a berkata, “‘Umar memiliki empat keutamaan yang tidak dimiliki oleh orang lain: Pertama, berkenaan dengan tawanan perang Badar, ia mengusulkan agar mereka dibunuh semua; lantas Allah menurunkan firman-Nya:
‘Kalau sekiranya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Allah, niscaya kamu ditimpa siksaan yang besar karena tebusan yang kamu ambil.’ (Al-Anfal: 68).
Kedua, berkenaan dengan hijab, Umar memerintahkan istri-istri Nabi n untuk berhijab. Zainab berkata, ‘Sungguh, kamu merepotkan kami, wahai putera Khaththab! Wahyu turun di rumah-rumah kami.’ Lalu Allah menurunkan firman-Nya:
‘Apabila kalian meminta sesuatu kepada mereka (istri-istri Nabi), mintalah dari balik tabir.’ (Al-Ahzab: 53).
Ketiga, Nabi n pernah berdoa, ‘Ya Allah, kokohkanlah Islam dengan Umar.’
Keempat, Umarlah yang mengusulkan agar Abu Bakar menjadi khalifah sepeninggal Rasulullah (dan ia adalah orang yang pertama kali membaiat Abu Bakar).”
Suatu hari, sepulang Rasulullah dari salah satu peperangan yang dipimpinnya, seorang budak perempuan berkulit hitam berkata, “Wahai Rasulullah, sungguh aku bernadzar! Jika Allah memulangkanmu dalam keadaan selamat, aku akan menabuh rebana di hadapanmu.” Beliau menimpali, “Jika kamu benar-benar bernadzar, tabuhlah! Tetapi jika tidak, jangan kamu lakukan.”
Budak perempuan itu pun mulai menabuh rebana. Abu Bakar masuk, budak itu tetap menabuh rebana. Kemudian masuklah Ali, dan budak itu tetap menabuh rebana. Lalu Utsman masuk, dan budak itu masih menabuh rebana. Ketika kemudian Umar masuk, budak itu meletakkan rebananya dan mendudukinya. Rasulullah bersabda, “Sungguh, setan takut kepadamu, wahai Umar! Aku duduk, budak perempuan itu menabuh rebananya. Lalu masuklah Abu Bakar, ia tetap menabuh. Kemudian masuklah ‘Ali, dan ia tetap menabuh. Lantas masuklah ‘Utsman dan ia tetap menabuhnya. Barulah saat kamu masuk, hai Umar, budak itu meletakkan rebananya.”
Beberapa Petuah Umar
“Sebelum kami mengetahui siapa kalian, orang yang paling kami cintai adalah yang paling baik diamnya. Jika sudah berbicara, maka yang paling baik logikanya. Jika kami telah mengetahui, maka yang paling baik perbuatannya.”
“Aku adukan kepada Allah kelemahan orang yang dapat dipercaya dan pengkhianatan orang yang kuat.”
“Orang yang paling berakal adalah orang yang paling bisa menerima udzur orang lain.”
“Pada saat sibuk itu terpuji maka menganggur itu merusak.”
“Jauhilah keadaan kenyang! Sesungguhnya ia menambah berat (baca: malas) saat hidup dan membuat busuk saat mati.”
“Jauhilah beralasan! Sesungguhnya kebanyakannya adalah dusta.”
“Barang siapa yang bekerja untukku dan ia menzhalimi seseorang namun aku tidak mengantinya setelah kabar itu sampai kepadaku, sesungguhnya aku telah menzaliminya.”
“Pelajarilah ilmu! Pelajarilah ketenangan dan kedewasaan untuk menyambutnya! Tawadhu’lah kepada orang-orang yang mengajarkan ilmu kepadamu agar kelak orang-orang yang belajar kepadamu pun tawadhu’! Janganlah kalian menjadi ulama yang kejam sehingga ilmumu tidak akan tegak karena kejahilanmu!”
“Tiga manusia yang berbahaya: tetangga yang jika melihat kebaikan diam saja tetapi jika melihat keburukan disiarkannya, istri yang jika bersamamu santun tetapi jika kamu pergi kamu tidak dapat mempercayainya, serta pemimpin yang tidak pernah memujimu dan jika kamu berbuat buruk dia pun membunuhmu.”
Semoga Allah meridhai al-Faruq dan kita semua dapat dipertemukan dengannya di akhirat.

Nafsu dan iman saling mendesak dan berkonfrontasi saban hari. Setan akan menunggangi nafsu dan menjadi provokatornya. Saat iman menguat, setan dengan kuda nafsunya akan mundur. Dia tidak pergi tapi menunggu dan mengawasi. Dan ketika jiwa mulai lalai dan terlena, ia pun merengsek dan mulai menjajah jiwa.

“Setan selalu mengawasi hati anak Adam, jika ia ingat kepada Allah, ia akan mundur dan jika lalai ia akan membisikinya dengan godaan.” (Mushannaf Ibnu Abi Syaibah; 7/135)

---------------------------------------------------------------
by
Forum Orangtua Santri Asuh (FOSA) Indonesia

Voa-islam - Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam teruntuk Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.
Orang yang datang menghadiri shalat Jum’at sesudah imam naik mimbar kehilangan kesempatan mendapat pahala lebih besar. Namanya tak tertulis dalam buku catatan Malaikat untuk mendapatkan tambahan pahala. Padahal para Malaikat berada di pintu-pintu masjid mencatat siapa-siapa yang datang. Yang pertama dicatat pertama, kemudian berikutnya dan berikutnya. Karenanya siapa yang datang lebih awal mendapat keutamaan lebih banyak daripada yang belakangan.

Karenanya, kami himbau kepada suadara seiman untuk datang ke shalat Jum’at lebih awal. Diusahakan sudah berada di masjid sebelum imam naik ke mimbar. Ini sebagai bukti kecintaan kepada Allah dan merasakan kenikmatan dalam beribadah.

6 Aturan Bagi yang Datang Terlambat
Ada beberapa hukum dan aturan penting yang harus diketahui bagi siapa yang mendatangi shalat Jum'at saat imam sudah memulai khutbahnya. Kami akan uraikan enam saja yang dinilai paling penting untuk diperharikan. yaitu:

Pertama, Shalat dua rakaat yang ringan bagi orang yang baru datang.
Dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu 'Anhuma, bahwasanya Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam 

إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَقَدْ خَرَجَ الإِمَامُ فَلْيُصَلِّ رَكْعَتَيْنِ


"Apabila salah seorang kalian datang pada hari Jum'at sedangkan imam sudah naik mimbar maka hendaknya ia shalat dua rakaat." (HR. Muslim)
Masih dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu 'Anhuma, beliau berkata: Sulaik al-Ghatafani datang ke masjid pada hari Jum'at saat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam berkhutbah. Langsung ia duduk. Maka Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam berkata kepadanya: "Ya Sulaik, Berdirilah dan shalatlah dua rakaat dan ringankan keduanya." Kemudian beliau bersabda:

إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالإِمَامُ يَخْطُبُ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ وَلْيَتَجَوَّزْ فِيهِمَا

"Apabila salah seorang kalian mendatangi shalat Jum'at saat imam berkhutbah, maka shalatlah dua rakaat dengan ringan." (HR. Muslim)
Ini menunjukkan pentingnya shalat tahiyyatul masjid yang memiliki makna pengagungan terhadap rumah Allah Subhanahu wa Ta'ala, Dzat yang diibadahi di dalamnya. Sampai-sampai itu harus tetap disempatkan walau untuk mendengarkan khutbah dari lisan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

Kedua: Tidak boleh melangkahi bahu jamaah.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Busr, bahwa seorang laki-laki datang ke masjid dengan melangkahi bahu leher orang-orang pada hari Jum'at. Saat itu Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam sedang menyampaikan khutbah, lalu beliau bersabda:

اٍجْلِسْ فَقَدْ آذَيْتَ وَآنَيْتَ

"Duduklah, sungguh kamu telah mengganggu orang lain, sedangkan kamu datang terlambat." (HR. Ibnu Majah dalam Sunan-nya, no. 1105)
Hadits di atas menunjukkan bahwa melangkahi orang yang ada di depannya pada hari Jum'at hukumnya haram. Hukum haram ini hanya khusus pada hari Jum'at, seperti yang disebutkan dengan jelas dalam hadits di atas. Mungkin juga disebutkan hari Jum'at karena hal itu sering terjadi pada hari Jum'at dengan banyaknya orang yang hadir di masjid. Dengan demikian, larangan melangkahi jama'ah yang lain juga berlaku pada shalat-shalat lainnya. Inilah pendapat yang lebih mendekati kebenaran, karena di dalamnya terdapat 'illah, yaitu menyakiti/mengganggu orang lain. Bahkan hal itu juga terjadi dalam majelis ilmu.

Ketiga: Tidak memisahkan duduk dua orang yang berdekatan kecuali dengan izin keduanya.
Dari Abdullah bin Amr Radhiyallahu 'Anhuma, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah bersabda:

لاَ يُجْلَسُ بَيْنَ رَجُلَيْنِ إِلاَّ بِإِذْنِهِمَا

"Tidak boleh diduduki (tempat) di antara dua orang kecuali dengan izin keduanya." (HR. Abu Dawud dan dihassankan Al-Albani)

Keempat: Tidak boleh mengusir seseorang dari tempat duduknya lalu ia menempatinya.
Dari Ibnu Umar Radhiyallahu 'Anhuma, beliau berkata: Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam melarang seseorang menyuruh berdiri (mengusir) saudaranya dari tempat duduknya lalu duduk di situ." Aku bertanya kepada Nafi', "Apakah itu pada hari Jum'at?" beliau menjawab, "Hari Jum'at dan selainnya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Dari Ibnu Umar Radhiyallahu 'Anhuma, dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam; bahwa beliau melarang mengusir seseorang dari tempat duduknya dan orang lain menempatinya, tetapi lapangkan dan perluas. Dan Ibnu Umar tidak suka ada seseorang yang pindah dari tempat duduknya (atas kemauannya sendiri) lalu beliau duduk di tempatnya itu." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Kelima: Apabila ada seseorang yang berpindah dari tempat duduknya untuk memberikan kepadanya agar ia menempatinya, hendaknya ia tidak mau.
Dari Ibnu Umar Radhiyallahu 'Anhuma, berkata: Ada seseorang datang menemui Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, lalu ada seseorang berdiri dan meninggalkan tempat duduknya agar beliau duduk di situ. Maka Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam melarangnya. (HR. Abu Dawud dan dihassankan oleh Al-Albani)

Keenam: Duduk di barisan terakhir.
Bagi orang yang baru datang atau datang terlambat maka hendaknya ia duduk di tempat terakhir (barisan). Jika ia ingin mendapatkan tempat di tempat, hendaknya ia datang lebih awal. Janganlah ia menelusuri barisan jamaah yang sudah terlebih dahulu untuk mendapat tempat lebih depan. Kecuali ada tempat yang kosong dan longgar.
Dari Jabir bin Samurah Radhiallahu Anhu dia berkata,

كُنَّا إِذَا أَتَيْنَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَلَسَ أَحَدُنَا حَيْثُ يَنْتَهِي

"Jika kami mendatangi (majelis) Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, maka salah seorang dari kami akan duduk di mana majelis berakhir (barisan terakhir).” (HR. Abu Daud dan Al-Tirmizi)

Penutup
Keenam perkara ini hampir-hampir terlupakan oleh kita. Padahal hadits-hadits Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam sudah jauh-jauh hari merekamnya. Para ulama juga sudah menjelaskannya. Semoga kita dijadikan bagian orang-orang yang rakus kepada kebaikan dan amal shalih. Khususnya yang dihari Jum'at. Sehingga kita sudah bersiap-siap sejak pagi untuk memuliakan sayyidyul ayam yang mulia. Wallahu Ta'ala A'lam.

Salah satu ciri fisik seorang wanita salehah adalah suka berpakaian sopan, dan selalu mengenakan busana yang tertib menutupi aurat. Banyak kaum hawa yang tampak berpakaian tapi pada hakikatnya mereka sama saja dengan "telanjang"- busana mereka sengaja dibuat hanya menutupi bagian-bagian tertentu saja. Kendati kain busana dirancang menutupi sekujur tubuh, namun lekuk molek dan bentuk tubuhnya masih tetap tampak jelas dimata yang memandang. "Buat apa pake kerudung, kalau masih tetap ingin tampil seksi di depan umum."timpal suami penulis yang kebetulan bekerja di perusahaan milik Aa Gym, dan mengaku jarang "menikmati" pemandangan yang penulis utarakan.

Kesimpulan yang penulis kemukakan pada paragraf awal, penulis ambil setelah membuka terjemahan Al Qurán Nur Karim hadiah Kerajaan Saudi, halaman 678, surat Al Ahzab ayat 59. Bunyi firman-Nya adalah : "Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min : "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Kesimpulan itu diperkuat pula oleh pelajaran yang penulis dapatkan dari pengajian rutin di Masjid Al Falah. Ustadzah Dyah Kusumastuti pemateri saat itu menjelaskan, bahwa jilbab atau kerudung adalah model busana yang dirancang untuk melindungi seluruh tubuh, terutama tubuh bagian atas, kecuali muka dan telapak tangan. KH Ujang Muhammad, pembimbing jamaah ketika penulis menunaikan ibadah umrahpun memberikan contoh yang lebih tegas dan konkret kepada penulis : "Pakaian yang menutupi aurat itu, jelasnya seperti yang ibu-ibu kenakan pada saat melaksanakan thawaf dan sa'i, waktu menunaikan umrah seperti sekarang ini."

Dari pelajaran-pelajaran itu, akhirnya saya bisa memetik hikmah, bahwasanya Allah mmerintahkan wanita berpakaian rapat agar wanita yang beriman bisa dibedakan dari wanita yang tak beriman. Dengan berpakaian seperti yang telah disyariátkan itu, wanita berimanpun tercegah dari upaya-upaya kaum munafik yang sering berniat atau berlaku keonaran terhadap kaum muslimah.

***

Suami penulis pernah mewanti-wanti, bahwasanya salah satu fitrah wanita adalah rasa malu. Fitrah yang terejawantahkan kedalam sifat malu (bukan dalam pengertian rendah diri) itu tersirat dari caranya berpakaian. Wanita yang berjilbab rapat, seperti apa yang dijelaskan Ustadzah Masjid Al Falah maupun KH Ujang Muhammad, menandakan keistiqamahannya dalam menjaga fitrah atau rasa malunya agar tetap utuh. Sedang wanita yang masih fifty-fifty, atau sama sekali enggan berpakaian sesuai syar'i, maka ia berarti 'setengah' atau seluruhnya ingkar dari fitrahnya sebagai wanita.

"Terus, apa yang harus Ummi lakukan agar fitrah Ummi sebagai wanita tetap utuh, Bi ?"

Suami penulis tak langsung menjawab pertanyaan itu. Dia bangkit menuju rak buku, lantas kembali menyodorkan kitab terjemahan Al Qurán cetakan "pemkot" Madinah Al Munawwarah. Setelah membaca taúdz dan basmalah, suami membacakan salah satu ayat dalam surat An Nuur. Usai melantunkan satu ayat dari surat An Nuur itu, diapun membacakan tafsir terjemahannya. Bunyinya : "Katakanlah kepada wanita yang beriman : "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain tudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada: suami mereka, ayah mereka, ayah suami mereka, putera-putera mereka, putera-putera suami mereka, saudara-saudara lelaki mereka, putera-putera saudara lelaki mereka, putera-putera saudara perempuan mereka, wanita-wanita Islam, hamba-hamba yang mereka miliki, pelayan lelaki yang tidak mempunyai keinginan terhadap wanita, anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita." (Q.S. 24 : 31)

"Itulah sebabnya Ummi, kenapa Abi dulu mensyaratkan agar Ummi berjilbab dulu sebelum menikah dengan Abi."ucap suami sambil meletakkan tafsir qurán ke atas rak buku.

"Alah, tapi Abi suka juga 'kan melihat wanita berkerudung tapi tampak seksi?" timpal penulis dengan maksud menggoda.

"Lho, bagaimana sih Ummi ini ? Karena Abi, kawan-kawan Abi, dan semua lelaki pada lazimnya mudah sekali tergoda, maka tugas Ummi dan kawan-kawan Ummi-lah untuk mendakwahi sesama kaumnya. Jangan sampai Abi, kaumnya Abi, atau ada lelaki yang terjerumus dan tergoda, gara-gara penampilan seronok seorang wanita yang notabene adalah muslimah. Itu 'kan sama saja mendzhalimi lelaki, dan mendzhalimi Ummi juga, kalau Abi sampai tergoda." balas suami penulis dengan nada menggoda pula. (Oleh : Ummu Rasyadan)

HTI - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan rentetan aksi penolakan Miss World di Indonesia tidak akan berakhir antiklimaks atau hilang seiring tetap digelarnya ajang Miss World 2013 di Bali.
Ketua MUI Pusat yang menangani Bidang Hubungan Luar negeri, KH Muhyidin Junaidi, mengatakan, MUI bersama barisan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam tidak akan berhenti menyatakan penolakan, walaupun Miss World tetap digelar.

Walaupun hingga hari penyelenggaraan, pihaknya tidak didengar oleh pemerintah dan selalu dipojokkan oleh kalangan yang tidak senang atas sikap penolakan tersebut.
“Ini adalah sikap tegas kami sebagai pembimbing umat. Dan tidak ada istilah sia-sia menyampaikan kebenaran,” ujar Muhyidin kepada Republika, Ahad (8/9).

MUI juga menyesalkan bila pemerintah saat ini tidak lagi menjadikan anjuran moral dari MUI sebagai rujukan. Muhyidin bahkan mengindikasi ada kepentingan politik tertentu, yang membuat pemerintah mengabaikan aspirasi dari para Ulama dan ormas Islam ini.

“Kita ingatkan keras pemerintah bila tidak lagi mendengarkan imbauan Ulama dan ajaran agama, karena alasan-alasan keuangan dan pariwisata.”

Ia menambahkan, MUI sebagai penyambung aspirasi umat dan koordinator ormas Islam, tidak akan henti-hentinya menyampaikan anjuran sesuai kaidah dan ajaran agama. Ketidakkonsistenan pemerintah menjaga moralitas bangsa, jelas dia, telah terlihat disini. Jadi sudah saatnya umat Islam cerdas tidak lagi memilih pemimpin yang mengenyampingkan aspirasi umat.

Ia juga meminta ormas Islam tidak melakukan aksi kekerasan menyikapi tetap digelarnya ajang Miss World ini, biarlah umat yang menilai. Penolakan keras ajang seperti ini, terang dia, juga menjadi warning bagi pemerintah jangan ada ajang kontes seperti ini lagi di kemudian hari.

Walaupun pemerintah ngotot tetap menyelenggarakan Miss World dengan memindahkan seluruh pagelaran di Bali. Menurut Muhyidin ini tetap menjadi catatan buruk bagi Ulama dan ormas Islam.
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono pada Sabtu lalu memindahkan agenda puncak penyelenggaraan Miss World 2013 yang rencananya digelar di Sentul ke Bali. Dengan demikian pemerintah meminta pagelaran Miss World 2013 sepenuhnya digelar di Bali. “Semua acara kini akan digelar di Bali, akan terkonsentrasi di Bali hingga penutupan,” kata Politisi asal Partai Golkar ini.

Agung juga mengatakan tidak akan ada ajang pamer bikini, karena akan diganti pagelaran mengenakan sarung tradisional Bali oleh 130 delegasi peserta. Menurut Agung, pagelaran ini tetap digelar demi memajukan pariwisara Indonesia di mata Internasional, termasuk memberi masukan devisa negara yang cukup besar dari ajang ini. Ia pun mengatakan pemindahan ini berdasarkan masukan dari masyarakat termasuk MUI.

Sementara itu, pihak penyelenggara belum bisa memberi komentar terkait pemindahan sepihak dari pemerintah, gelar penobatan Miss World dari Sentul Bogor ke Bali. Head Corporate Secretary Division RCTI Adjie D Soeriaatmadja mengatakan pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa selain menuruti keinginan pemerintah agar pagelaran Miss World sepenuhnya digelar di Bali.

Ia mengatakan, memang panitia sudah merencanakan beberapa rencana alternatif. Termasuk kemungkinan pemindahan semua aktivitas pagelaran di Bali. “Namun saat ini kita fokus mempersiapkan pembukaan dan acara awal Miss World dulu,” ujarnya ketika dihubungi Republika.
Pihaknya pun berharap pagelaran Miss World ini dapat berjalan lancar hingga akhir acara. “Bagi pihak yang tidak sepakat, kita menghargai pendapat tersebut. Ini menjadi peringatan bagi panitia agar tidak melanggar nilai agama dan budaya di Indonesia.” (republika.co.id, 8/9/2013)

Ramai orang hari ini membicarakan tentang Miss world. Sebuah kontes pemilihan orang paling cantik se-dunia yang rencananya tahun ini Indonesia berperan serta sebagai salah satu penyelenggaranya. Cantik menurut siapa ? cantik menurut dunia katanya. Di masing-masing Negara di dunia ini pun sebenarnya sudah ada kontes-kontes yang serupa Miss world. Miss dalam konteks nation-state, ada Miss Amerika, Miss Indonesia, Miss Australia, miss Inggris, dan MissKiin ( hehe..)

Ibarat sepak bola ada Liga Italia, Liga inggris, Liga Indonesia,dll..,maka Miss world ini adalah puncaknya Piala Dunianya kontes kecantikan.

Cantik menurut Miss world itu yang seperti apa ya ? Jika dunia hari ini dalam hegemoni kapitalisme Global maka tentu cantik menurut ideologi kapitalisme.

Ini jawabanya setelah buka situs Wikipedia Indonesia : cantik menurut Kapitalisme :


“  Miss World dimulai sebagai Festival kontes bikini, untuk menghormati pakaian renang yang baru diperkenalkan pada saat itu, tetapi disebut "Miss World" oleh media. “

Kesimpulanya Miss world adalah kontes pakai bikini. Waduh!!!

Dan ternyata Miss world di Negara asalnya inggris mendapatkan penentangan dari masyarakat. Agar penentangan ini bisa diredam maka digunakan strategi yang jitu yakni dengan  “ sopanisasi bikini “ ( ini istilah saya sendiri lho ), yuk sekali lagi simak penuturan situs Wikipedia :

“ Pertentangan terhadap penggunaan bikini mengakibatkan pergantian bikini dengan baju renang yang lebih sopan setelah kontes pertama. Miss World pertama pada tahun 1951 adalah Miss yang pertama dan yang terakhir yang dinobatkan sebagai pemenang dalam busana bikini. Pada Miss World 2013 semua peserta akan menggunakan satu potong baju renang ditambah sarung tradisional dari perut hingga bawah untuk menghormati budaya local “ .

Dengan “ sopanisasi Bikini “ ini sebagai upaya agar Kontes ini bisa diterima semua kalangan. Ya inilah bentuk “ sopanisasi Kapitalisme “ agar bisa diterima semua kalangan juga. Walaupun dilakukan berbagai cara agar kontes ini bisa diterima namun miss world sudah menjadi icon “ kontes bikini “, jadi “ sopanisasi bikini “ ini hanya sekedar basa-basi saja, dan memang ini alasan basi.

 Sebagai pembanding saja ketika orang ramai di negeri ini beberapa bulan yang lalu ramai-ramai menolak kedatangan penyanyi Lady Gaga karena penampilanya yang seronok ketika konser, melihat penolakan yang begitu intensif dari komponen masyarakat ini ada ide “ sopanisasi Lady gaga “ untuk membuat lady Gaga tidak tampil seronok ( pakai kebaya pas konser salah satu ide itu ), inipun ide basi karena lady gaga adalah menjadi ikon penyanyi seronok.  ( kapitalisme ini memang ideology seronok ).

Sebagi pembanding lainya, beberapa tahun yang lalu tentang kontroversi penerbitan majalah Playboy Indonesia ( adopsi dari Majalah Porno Playboy Amerika Serikat ). Umat Islam menolak penerbitan majalah Playboy versi Indonesia ini. Strategi agar majalah ini bisa diterima adalah dengan “ sopanisasi Playboy “, caranya ? jika majalah Playboy Amerika mudah menampilkan orang bugil, maka Playboy versi Indonesia untuk menghormati lokalitas bangsa Indonesia  tidak akan menampilkan orang bugil namun cukup menampilkan orang setengah bugil ( halah alasan basi lagi ).

Kembali ke….. …Miss world ( Tukul mode on )

Jika penggagas Miss world adalah seorang warga Negara penjajah Kapitalis Inggris, Eric Douglas Morley. Maka pesaingnya adalah sama-sama Negara penjajah Amerika serikat dengan Miss Universe-nya.

Mari kita Lihat penuturan situs Wikipedia dibawah ini tentang bagaimana persaingan antara dua Miss ini :  “  Ketika saingannya asal Amerika Miss Universe kontes diluncurkan, Morley berubah Miss World menjadi acara tahunan yang diselenggarakan setiap bulan November di Royal Albert Hall.

Kita bertanya-tanya mengapa negeri ini yang dipilih menjadi salh satu penyelenggara Miss world tahun ini ? , sebuah negeri dengan mayoritas Muslim. Saya jadi kepikiran dengan hadiah gelar Kesatria yang diberikan ratu Inggris kepada orang No 1 dinegri ini. Jika melihat ini wajar sajalah ! menurut mahasiswa yang sangat militant “  begitulah penguasa Agen ! “.

Serius ni…

Kapitalisme-sekuler,  ideology yang diemban oleh adidaya yang mulai sekarat Amerika Serikat, ideology ini juga diemban oleh Negara-negara sekutunya baik inggris, perancis, italia, perancis, jerman,dll .., adalah Negara-negara tersebut dengan tipikalnya sebagai Negara penjajah berusaha untuk menanamkan pengaruhnya pada Negara jajahanya, dan saling berebut pengaruh di Negara yang dijajahnya. Dan karakteristik penjajahanya adalah berusaha menannamkan ideology yang dimilinya untuk kemudian ditanamkan diwilayah jajahanya. Dan Miss world ini adalah salah satu proses penjajahan Negara-negara Kapitalis di dalam negeri-neegri Muslim. Dan Miss world ini adalah wujud Liberalisasi Budaya untuk merusak pemikiran, pemahaman, dan perilaku masyarakat negeri ini. Maka tidak ada kata lain selain tolak miss world yang sejatinya adalah Miss kapitalisme.!


Akhukum Abu Syahmi, Wonosobo, 26/08/2013
Redaksi: Ibnu Hibban
Diberdayakan oleh Blogger.