Nafsu dan iman saling mendesak dan berkonfrontasi
saban hari. Setan akan menunggangi nafsu dan menjadi provokatornya. Saat iman
menguat, setan dengan kuda nafsunya akan mundur. Dia tidak pergi tapi menunggu dan
mengawasi. Dan ketika jiwa mulai lalai dan terlena, ia pun merengsek dan mulai
menjajah jiwa.“Setan selalu mengawasi hati anak Adam, jika ia ingat kepada Allah, ia akan mundur dan jika lalai ia akan membisikinya dengan godaan.” (Mushannaf Ibnu Abi Syaibah; 7/135)
---------------------------------------------------------------
by
Forum Orangtua Santri Asuh (FOSA) Indonesia
Posting Komentar