Warga Muslim Lenteng agung menolak dipimpin oleh lurah perempuan beragama Kristen Protestan, Susan Jasmine Zulkifli.
Menurut
warga, aksi ini digelar setelah permohonan warga Muslim untuk meninjau
kembali Lurah Lenteng Agung tak mendapatkan respon positif.
“Aksi
damai ini dilakukan setelah pada tanggal 19 Agustus lalu perwakilan
warga Lenteng Agung menyerahkan berkas surat permohonan ke Balaikota DKI
Jakarta agar Gubernur meninjau kembali penempatan Lurah Lenteng Agung
yang baru. Surat Permohonan itu sendiri dilampirkan dengan 2300 tanda
tangan dan 1500 foto copy KTP. Alih-alih mendapatkan tanggapan
yang sejuk dan menentramkan, malah justru arogansi Wagub yang
diperoleh,” ujar Aqse Syahid, warga Muslim Lenteng Agung kepada
voa-islam.com, Rabu (28/8/2013).
...Alih-alih mendapatkan tanggapan yang sejuk dan menentramkan, malah justru arogansi Wagub yang diperoleh
Ia menambahkan, warga kecewa dengan sikap arogan pemerintah terkait penempatan Lurah Lenteng Agung.
“Ajakan
untuk bermusyawarah dan berdialog dari warga Lenteng Agung sepertinya
tidak disambut dengan baik. Tapi justru tanggapan melalui media cetak
dan online yang menyakitkan hati warga,” imbuhnya.
Warga
memajang sejumlah spanduk berisi protes terhadap Lurah hasil lelang
tersebut, diantaranya berbunyi; “Kediktatoran adalah Bagian dari
Kezaliman” lalu “Aksi Damai Mengoreksi dan Mengkritisi Kebijakan
Gubernur atas Penempatan Lurah Hasil Lelang” kemudian “Buat Kami Sejuk
pak Gubernur” dan lain-lain. [Ahmed Widad]
Posting Komentar